Category Archives: Dilatasi Rasa

Langkah 39

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  “Sing, sini lah, sama Papa, disuapin Papa saja jangan repotin Mami [...]

Langkah 38

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  “Sing-Sing mau ikut Mami!” Kunjungan singkat untuk sekadar makan siang itu [...]

Langkah 37

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  “Pa, habis ini kita makan dimana?” Jimmy terdiam saat mendengarkan kalimat [...]

Langkah 36

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  Semenjak pelukan kaku yang mengakhiri pertemuan mereka berdua hari itu, waktu [...]

Langkah 35

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  Satu bulan kemudian. Di akhir pekan, si kecil Sing-Sing masih tetap [...]

Langkah 34

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  “Janganβ€”” Larangan dari Alice membuat alis Jimmy bertaut heran.  “Kok? Jangan?” [...]

Langkah 33

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  Keterampilan tangan saat memasak, pemilihan bahan dan idealisme Jimmy sesekali dipadukan [...]

Langkah 32

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  “Jujur sajaβ€”” Alice menggantungkan ucapannya. “Aku tidak sesibuk itu, pesan dan [...]

Langkah 31

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  Tiga hari kemudian, setelah perpisahan dingin antara Alice dan Jimmy. Sekitar [...]

Langkah 30

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  Setelah ‘wejangan’ malam itu, hari-hari terus berganti. Alice tetap menjalani dua [...]