Category Archives: Dilatasi Rasa

Langkah 32

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  “Jujur sajaβ€”” Alice menggantungkan ucapannya. “Aku tidak sesibuk itu, pesan dan [...]

Langkah 31

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  Tiga hari kemudian, setelah perpisahan dingin antara Alice dan Jimmy. Sekitar [...]

Langkah 30

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  Setelah ‘wejangan’ malam itu, hari-hari terus berganti. Alice tetap menjalani dua [...]

Langkah 29

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  Dua potong roti terakhir. Saat itu Alice telah mendapati sosok Jimmy [...]

Langkah 28

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  Ada panggilan masuk di tengah-tengah waktu makan malamnya. Berasal dari Jimmy [...]

Langkah 27

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  “Gimana, Lis… Hari ini? Lelah?” Itu… Sebuah pertanyaan sederhana. Pria itu [...]

Langkah 26

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  Sosok Sing-Sing telah berada di seberang jalanβ€”digendong oleh seorang pria. Tentu [...]

Langkah 25

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  Senin pukul 11.45. Alice menduga kalau dirinya masih punya waktu sekitar [...]

Langkah 24

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  “Sing-Sing tadi memanggilku dengan sebutan itu, Jim… Ia memanggilku, Mama.”

Langkah 23

β€§β‚ŠΛš β‹… πŸ₯’πŸœβ€§β‚ŠΛš β‹…  “Astaga…” Jimmy menghela napas berat saat melihat buah hatinya tengah tertidur [...]